Working Abroad: How Did I Land a Job in Amsterdam

Working Abroad: How Did I Land a Job in Amsterdam

Berbeda dengan kebanyakan lulusan S2 diluar yang memilih untuk langsung pulang ke tanah air, saya memutuskan untuk melanjutkan bekerja di Belanda. Alhamdulillah juga dapet pekerjaan yang sesuai dengan jurusan dan minat saya sejak awal: Marketing.

Nah, salah satu motivasi saya untuk menulis blog post ini karena agak lumayan banyak juga yang bertanya tentang hal ini ke saya.

  • "kok bisa sih Lif kerja di Belanda?"
  • "gimana prosesnya dari mencari kerja sampai akhirnya bisa diterima di perusahaan?"
  • "susah nggak nyari kerja di Belanda?"

Jadi sebenarnya tujuan blog post ini ditulis adalah sebagai lembar FAQ gituu haha tapi tidak menutup kemungkinan juga siapa tahu bisa menginspirasi kalian yang mau apply kerja di Eropa, terutama di Belanda.


Visa

Beruntunglah bagi kalian yang mengambil kuliah di Belanda (atau di beberapa negara Eropa lainnya), setelah kita lulus dan mendapatkan diploma, kita bisa apply Visa Orientation Year di kantor imigrasi belanda (yang biasa disebut IND). Kalau di Belanda, namanya Zoekjaar Visa. Visa Orientation Year ini hanya berlaku selama 1 tahun dan kalau sudah expired, yang bisa memperpanjang hanya perusahaan atau institusi yang sudah terdaftar di kantor imigrasi. Jika kita punya visa ini, kita free di labour market. Artinya, kita bisa apply kerja dimanapun di seluruh Belanda dan eligible untuk di hire full-time (tidak ada limit working hours seperti di visa student).

Cara apply visa nya juga gampang kok. Waktu itu saya hanya memasukkan fotocopy diploma S2, kartu residence permit yang kita punya, passport, dan bayar deh. Cost nya sekitar 600 euro. Tapi tenang aja, karena hampir semua yang apply visa ini pasti di granted sama imigrasi Belanda. Proses dari pertama kali apply (appointment untuk submit document) sampai kita benar-benar mendapatkan residence permit yang baru kira-kira membutuhkan waktu 3-4 minggu. Jadi jangan mepet-mepet yah.

Oiya, jika kamu bukan lulusan dari salah satu universitas di Belanda, kamu tetep bisa apply loh. Visa zoekjaar ini juga bisa di apply oleh lulusan dari top 200 university di seluruh dunia.


Job Opportunities

Begitu saya mendapatkan visa zoekjaar, saya baru deh mulai agak serius cari-cari kerja. Ada beberapa website yang waktu itu saya pakai untuk mendapatkan info-info lowongan kerja. Diantaranya:

Sejak awal, saya sudah mengincar posisi yang ada hubungannya sama Marketing, terutama Digital Marketing. Berhubung saya sama sekali belum ada pengalaman bekerja yang agak serius, jadi saya nggak muluk-muluklah. Apply nya yang entry position aja. Saya cari yang requirement nya tidak mengharuskan saya untuk bisa berbahasa Belanda. Memang sih agak susah, tapi ada kok.

Sembari apply-apply kerja, saya juga ikutan one-on-one career consultation yang disediakan sama Vrije University (tempat saya mengambil S2). Di career consultation itu, kita bisa bertanya (literally) apa aja semua yang ada hubungannya sama cari kerja di Belanda. Kita diajarin cara membuat cover letter dan CV dengan standard di Eropa, terus nanti cover letter dan CV kita juga bisa diperiksain sama mereka. Kalau misalnya kita sudah sampai tahap interview, kita juga bisa loh latihan interview pas consultation. Pokoknya mereka memfasilitasi banget supaya banyak lulusan VU (khususnya yang international student) bisa diterima di job market Belanda.

Setelah beberapa kali apply kerja dan bolak-balik konsultasi ke VU, mereka menyarankan untuk coba apply internship saja dulu. Biasanya kalau internship itu lebih mudah diterima dan chance untuk diperpanjang ke full time contract juga lumayan tinggi. Mulailah saya mencari-cari lowongan internship.


Jumat Barokah

Sering denger kan orang-orang bilang "Jumat Barokah"? Nah kejadian ini juga menimpa saya.

Di hari Jumat pagi, tiba-tiba saya mendapattelfon dari salah satu perusahaan. Mereka bilang tertarik dengan CV saya dan mengundang untuk dateng interview. Kan mereka ngomongnya pake bahasa Belanda nih di telfon, begitu saya bilang saya tidak bisa bahasa Belanda, mereka langsung bilang kalau pekerjaan ini hanya untuk orang yang bisa berbahasa Belanda aja. Yah.. php deh.

Siang harinya, saya mendapatkan balasan email dari lowongan kerja yang saya kirim via Graduateland. Di aplikasi ini, saya apply sebagai Marketing Communication Intern. Mereka bilang "Hey Alifa, your CV looks great and we would love to meet you in person! Would you have time to drop by for a chat next week?". Yeaaay, akhirnya nggak php :'

Tidak lama setelah itu, saya mendapatkan email lagi dari Graduateland (tapi beda perusahaan). Email ini berbeda dari yang sebelumnya karena saya mendapatkan job offer sebagai Marketing Strategist dari perusahaan yang tidak saya apply. Saya-pun browsing-browsing dikit tentang company nya dan memutuskan untuk meng-iyakan ajakan interview dari mereka.

Sore harinya, saya mendapatkan balasan email lagi dari aplikasi yang saya layangkan via HoiTalent. Di email tersebut, saya diundang untuk melakukan Skype interview minggu depan. Wah... benar-benar Jum'at Barokah kan?

Alhamduuuuuu....? Lillah!


Job Interviews + Assignments

Dari pengalaman saya interview beberapa kali dengan perusahaan disini, kurang lebih yang mereka tanyakan sama.

  • Tell me more about yourself
  • What did you learn in your master degree?
  • What did you do in your previous work/project?
  • Why do you want to be a marketeer? Why do you like marketing?
  • Are you familiar with.... (for example SEO, Adwords, etc)?

Pertanyaannya overall nggak ada yang susah-susah banget. Tapi... ada satu kesamaan dari hampir semua perusahaan yang saya (dan teman-teman) saya apply. Kita pasti dikasih assignments yang berkaitan sama jobdesc kita nanti. Misalnya, waktu itu saya dikasih assignment untuk menulis artikel, teman saya ada yang di kasih assignment untuk membuat email marketing strategy, dst. Jadi, saya mengambil kesimpulan kalau kita harus siap untuk dikasih tugas-tugas yang nantinya akan di presentasikan saat interview kedua.


Signing the contract

Tergantung dari size perusahaannya, kita akan mendapatkan response kurang lebih 2 - 3 minggu setelah interview terakhir.

Karena waktu itu saya sudah diterima di dua perusahaan dan saya sudah cukup mantap untuk mengambil offer dari salah satu perusahaan tersebut, saya membatalkan interview kerja di perusahaan yang ketiga. Setelah konsultasi dengan orang tua, akhirnya saya memilih untuk bekerja sebagai Marketing Communication Intern di Countr Point of Sale.

Kenapa saya lebih memilih ini dibanding dengan offer yang satunya? Alasannya karena saya lebih suka environment di Countr yang isinya orang dari berbagai negara. Berbeda dengan perusahaan satunya yang isinya 99% orang Belanda. Yap, hanya saya yang orang Indonesia dan tidak bisa berbahasa Belanda. Males dong kalau mereka semua berbahasa Belanda dan saya hanya bisa diam bengong karena nggak ngerti :|

Saya ditawarkan untuk bekerja di Countr sebagai intern sampai visa zoekjaar saya habis. Jadi kontrak kerjanya sekitar 6 bulan (dari Maret - September 2016). Kalau performa saya bagus, katanya mereka mau memperpanjang kontraknya. (Amiiin!)


Extending the contract

Fast forward ke...... bulan Agustus 2016 (1 bulan sebelum visa zoekjaar saya habis). Nah, apa yang terjadi kalau visa zoekjaar kamu habis tapi kamu masih mau bekerja di Belanda? Minta perusahaan kamu apply-in visa! Dan itulah yang saya lakukan di bulan ini.

Saya sudah mulai sounding-sounding ke bos untuk mengingatkan kalau visa saya akan expired bulan depan dan kalau mereka mau nge-keep saya di perusahaan, mereka harus apply-in dan bayarin visa kerja. Di Belanda, visa kerja itu namanya Visa Kennismigrant (atau Visa Highly Skilled Migrant). Setelah saya berdiskusi dan memberi tahu si bos apa saja persyaratan dan bagaimana cara apply visa kennismigrant, akhirnya dia setuju untuk memperpanjang kontrak saya dan merubah status internship menjadi full time. Yeaaayyy!

Untuk visa kennismigrant sendiri, document nya itu banyak banget dan kebanyakan harus di isi sama perusahaan. Selain itu, IND juga memberikan kriteria-kriteria minimum dalam hal gaji. Kalian bisa baca info lengkapnya di website IND. Proses aplikasinya pun cukup lama, kira-kira 1 bulan. Jadi kalau bisa jangan mepet-mepet ngomong ke bos nya.

Di bulan September awal, saya akhirnya mendapatkan residence permit baru dan kontrak kerja fulltime dengan pekerjaan yang sesuai minat! Duh leganyaaa...... :'

meet my super cool colleagues!