FAQs: Living in Holland

Gimana perasannya tinggal di Amsterdam?

Living in Amsterdam has been great (so far)! Semuanya serba lebih terstruktur, lebih rapih, lebih organized, lebih bersih, daaan lebih on-time (paling kesel sama budaya Indonesia yang suka ngaret, huft). Saya juga merasa kalau dengan tinggal disini, I've been living a healthier lifestyle and I'm not talking about going to the gym etc. Secara disini saya nggak ada mobil pribadi, jadi tentunya kemana-mana naik sepeda, jalan kaki, atau naik kendaraan umum. Yes, lebih sehat kaan! 

Setiap lunch di kantor pun menu nya salad dan setiap ke supermarket, snack-snack on-the-go yang sering di display adalah buah-buahan, yoghurt, rice waffles, quinoa or couscous salad, etc. Jadi makin males deh beli chiki-chiki-an or mecin-mecin-an. 

Di negara ini pula saya menemukan lebih banyak kebebasan. Bebas untuk berpendapat, bebas untuk ngapain aja tanpa harus takut di judge sama orang (karena basically they don't give a sh*t about what you're doing as long as you're not bothering them). Simple nya adalah selama kita mind our own business, mereka akan se-bodo-amat sama apa yang kita lakuin. Saking bebasnya, di Belanda juga bebas nge-ganja dimana aja, kapan aja (LOL). 

The only downside tinggal disini adalah cuacanya yang super labil! Kadang kalau lagi labil banget, bisa 5 menit cerah, 5 menit hujan deres, 5 menit cerah lagi, 5 menit mendung plus angin super kenceng. Ya pokoknya harus banyak sabar-sabar aja sama cuaca disini.Checking weather's forecast becomes a routine and sedia payung di tas is a must!  


Perlu nggak sih belajar bahasa Belanda? 

Selama kurang lebih 4 tahun tinggal di Belanda (dari awalnya cuma liburan doang, kuliah, internship, full-time employee, sampe sekarang udah permanent) saya masih nggak bisa berbahasa belanda dengan fluent hehehe. Dulu pas kuliah, saya sengaja memilih yang English-taught program, pas kerja pun saya juga apply ke position yang job desc nya nggak membutuhkan kita untuk bisa berbahasa Belanda. Dan ternyata, kolega-kolega saya di kantor juga berasal dari berbagai penjuru dunia dan mereka tidak bisa bahasa Belanda haha. Jadi saya semakin merasa tidak ada urgensi untuk belajar bahasa Belanda deh. Ngerti sih dikit-dikit karena dulu pernah les selama 9 bulanan. Tapi karena nggak pernah dipake, jadi ya buyar aja itu semua yang saya pelajari wkwkw.

Kalau kamu tertarik untuk belajar bahasa Belanda di Amsterdam, bisa coba ke Koentact (dulu saya les disini dan seru banget metode belajarnya) atau bisa juga coba les di Katakura. Katakura katanya sih jauh lebih murah dari Koentact dan lumayan oke juga. Tapi saya sendiri belum pernah coba.


Susah nggak cari housing di Amsterdam? Berapa biaya rata-rata sewa apartment disana? 

Kalau kamu kesini sebagai student, kamu bisa apply untuk menggunakan student accommodation dari kampus. Tapi.... apply nya harus dari jauh-jauh bulan (bahkan bukan hari lagi!) supaya dapet. Kalau telat, kamu harus ngantri dan antriannya panjaaaangg banget dan bisa-bisa baru dapet housing setelah beberapa bulan program kuliah di mulai. Waktu jaman saya kuliah (tahun 2014), harga campus student accommodation itu sekitar 400 - 900 euro per bulan. Tergantung tipe kamarnya. Ada  dormitory yang sharing bareng 13 students, atau studio yang sharing buat berdua, atau studio one bedroom yang khusus buat kita doang. 

Opsi kedua adalah join group (fb or whatsapp) PPI di kota kamu sekolah dan mulai nanya-nanya jikalau ada yang menyewakan kamar di rumahnya. Biasanya para PhD student atau para expat menyewa 1 apartment atau rumah, jadi ada spare kamar yang suka di sewain ke pelajar-pelajar. Nah kalau sewa kamar doang, biasanya harganya kisaran 400 - 500 euro. 

Opsi ketiga adalah sewa langsung ke housing agency. Kalau kamu bukan student dan punya kontak kerja disini, kamu bisa punya lebih banyak opsi. Kenapa? Karena untuk sewa rumah atau apartment, pasti diminta kontrak kerja dan slip gaji 3 bulan terakhir. Ini berlaku kalau kamu sewa langsung ke housing agency nya yaa... Kalau kamu sewa nya ke landlord atau ke individu (bukan ke makelar atau ke housing corporation), persyaratannya suka-suka mereka. Harga sewa untuk rumah jujur saya kurang tau, tapi kalau untuk apartment 2 bedrooms sekitar 1200 - 1400 euro. Untuk studio apartment, harganya kisaran 800 - 1000 euro.

Nah.. untuk website-website cari rumah, biasanya saya cari di:

IMPORTANT: Sangat amat tidak disarankan untuk menyewa apartment via FB karena banyak banget scamnya dan tiap tahun pasti adaaaa aja pelajar Indonesia yang jadi korbannya huhu :( 


Kira-kira living cost di Amsterdam per bulannya berapa? 

Living cost itu kan sebenernya beda-beda yaaaa tergantung gaya hidup. Jadi kalau di kasih pertanyaan ini kadang suka bingung jawabnya haha tapi kalau harus ngira-ngira.....

Accommodation (flat including G/W/E): 700 euro
Makan (kalau setiap hari, like literally setiap hari, masak): 200 euro
Transport (kalau kemana-mana naik sepeda): 0
Internet hp (1 GB): 10 - 15 euro

Yaa.... kira-kira sekitar 1000 euro per bulan berarti yaa... anggap aja ada biaya tak terduga (BTT) sebesar 100 euro untuk naik kereta jalan-jalan di Belanda, atau makan di luar, atau nonton bioskop, atau party, dst dst. 

Again, ini hanya perkiraan saya doang yah.. tentunya bisa lebih irit atau bahkan lebih boros lagi... tergantung kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.


Tinggal di Amsterdam aman nggak? Lingkungannya gimana? 

Sejauh ini Alhamdulillah aman-aman aja. Walau memang di daerah turis (Dam Square, Museumplein, Red Light District, etc.) banyaaaak banget pickpocket. Asal kita nggak keliatan dongo as in celingak-celinguk kek orang bingung gitu pasti kita nggak akan jadi sasaran para pickpocket tersebut. 

Kalau pulang malem untuk cewe, juga sejauh ini saya aman-aman aja dan nggak pernah ada kejadian yang tidak menyenangkan. Walaupun setiap pulang pagi pasti lari kalau abis turun dari night bus wkwkw. Kenapa? Yaa.... karena males aja jalan malem-malem sendirian dan sebenernya emang agak takut sih... hahah

Memang betul ada beberapa daerah perumahan yang kurang aman dan banyak orang mabok atau nge-ganja di pinggir jalan malem-malem gituuu... tapi di daerah rumah saya untungnya nggak ada. Nah daerah mana sih yang kurang aman? Daerah yang banyak imigrannya dan (mohon maaf, bukan bermaksud rasis) yang banyak orang hitam nya. 


Bagaimana kehidupan muslim disana? Susah nggak cari makanan halal?

Alhamdulillah selama ini nggak pernah kesulitan untuk mencari makanan halal karena ada banyak banget restoran Turkey atau Maroko yang memang khusus menjual daging-daging halal. Selain restoran, ada juga toko daging mentah halal (yang sama sekali nggak jual babi). 

Kalau akses ke mesjid gimana? Di Belanda ada beberapa tipe mesjid... Masjid Turkey, Masjid Maroko, dan Masjid Indonesia. Tentu yang membedakan diantara ketiganya adalah bahasa yang digunakan. Saya cuma pernah ke Masjid Indonesia, itu pun pas sholat Idul Fitri atau Idul Adha. Kebayang dong kalau kamu sholat ke Mesjid Turkey terus ceramahnya juga pake bahasa Turkey dengan translation bahasa Belanda. Pusing nggak sih nggak ngerti apa-apa?

Untuk sholat sehari-hari, biasanya di jamak karena lokasi mesjidnya jauuuuh banget dan nggak ada mushola. Dulu sih pas kuliah di VU enak banget karena di kampusnya ada prayer room gitu. 

Pokoknya so far selama ini nggak pernah ada masalah tentang ritual beribadah walau saya menjadi minoritas. Teman-teman bule non-muslim disini pun juga sangat menghargai kepercayaan agama masing-masing. 

"Terkadang kita harus merasakan menjadi minoritas dulu untuk belajar dan mengerti arti dari bertoleransi"

If you still have questions about living in Holland, fire away via the button below!